Manusia memiliki banyak kebutuhan. Untuk tetap eksis
dalam kehidupannya di dunia ini ia memerlukan banyak hal, mulai dari keperluan
pribadinya, keluarganya, kelompoknya, komunitasnya, dan lebih luas lagi sesuai
peran yang dijalaninya sehari-hari. Semakin banyak peran yang dijalaninya
semakin banyak pula kebutuhannya.
Fakta yang terjadi di dalam keseharian sering kali
kebutuhan itu lebih banyak daripada penghasilan yang didapatkan, sehingga
dengan sendirinya manusia dituntut untuk memanej pendapatannya secara cerdas
agar tidak terjebak ke dalam pribahasa ‘besar pasak daripada tiang’.
Pada tingkat tertentu manusia terkadang lupa akan pemilik
sebenarnya akan kehidupan ini yaitu Allah Tuhan semesta alam. Tidak jarang yang
putus asa disebabkan karena kuatnya himpitan kehidupan, kerasnya pukulan
realita yang dihadapinya yang pada akhirnya rela mengorbankan kemanusiaanya dan
tunduk kepada rayuan syetan bahkan menjadi pemujanya. Wai’iyadzu billah.
Islam sebagai agama universal dan komprehensif
mengajarkan kepada umatnya agar menyadari dan memahami hakikat kehidupan.
Mengajarkan suatu keyakinan yang dapat mengendalikan jiwa dari berbagai tipu
daya syetan, yaitu keyakinan yang harus tertancap kuat dalam jiwa manusia bahwa
yang Maha Mencipta, yang Maha Memiliki, dan yang Maha Mengatur segala urusan
makhluk-Nya Dialah Allah Rabbul ‘alamin Tuhan semesta alam. Dan tidak ada satu
pun dari mereka yang ditelantarkan, disia-siakan oleh-Nya. Di dunia ini Allah
tidak pernah pandang bulu terhadap semua ciptaan-Nya baik yang taat maupun
ingkar kepada-Nya. Semuanya memperoleh rahmat, kasih sayang, dan karunia sesuai
dengan yang dikehendaki-Nya.
Karena yang maha memiliki segalanya Dialah Allah Tuhan
semesta alam, maka seyogianya manusia meminta segala sesuatu hanyalah
kepada-Nya. Mintalah apapun yang dibutuhkan dengan penuh pengharapan dan keikhlasan,
niscaya Dia akan mengabulkan apa saja yang diminta sesuai dengan kehendak-Nya.
Karena Dia memang dekat dengan manusia lebih dekat daripada urat leher manusia
sebagaimana yang ditegaskan dalam firman-Nya : “...dan Kami lebih dekat
daripada urat lehernya” Q.S. Qaf:16. Yakinlah segala sesuatu yang diminta akan
dikabulkan-Nya, ha ini diegaskan pula dalam firman-Nya : “Berdoalah kepada-Ku
niscaya Aku kabulkan” Q.S. Ghafir:60.
Berdoa kepada Allah, bukan saja sebagai sarana yang tepat
untuk meraih segala sesuatu yang diinginkan, namun lebih dari itu berdoa
merupakan bagian dari ibadah kepada Allah. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh
imam Tirmidzi dari Rasulullah SAW: “Doa adalah ibadah”. Bahkan orang yang tidak
pernah meminta kepada Allah akan mendapatkan kemarahan dari-Nya. Sebagaimana
yang riwayatkan imam Ahmad dari Rasulullah SAW: “barangsiapa yang tidak pernah
meminta kepada Allah, maka Dia marah kepadanya”. Berdoalah apa saja, memintalah
apa saja kepada Allah Yang Maha Memiliki segala sesuatu niscaya Dia akan
mengabulkan. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di
akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka. Allahumma aamiin.
Jakarta, 02 November 2012
Nandar Sunandar
0 Response to "Berdoalah Kepada-Ku, Niscaya Aku Kabulkan!!!"
Posting Komentar