Berdoalah Kepada-Ku, Niscaya Aku Kabulkan!!!

Manusia memiliki banyak kebutuhan. Untuk tetap eksis dalam kehidupannya di dunia ini ia memerlukan banyak hal, mulai dari keperluan pribadinya, keluarganya, kelompoknya, komunitasnya, dan lebih luas lagi sesuai peran yang dijalaninya sehari-hari. Semakin banyak peran yang dijalaninya semakin banyak pula kebutuhannya.

Fakta yang terjadi di dalam keseharian sering kali kebutuhan itu lebih banyak daripada penghasilan yang didapatkan, sehingga dengan sendirinya manusia dituntut untuk memanej pendapatannya secara cerdas agar tidak terjebak ke dalam pribahasa ‘besar pasak daripada tiang’.

Pada tingkat tertentu manusia terkadang lupa akan pemilik sebenarnya akan kehidupan ini yaitu Allah Tuhan semesta alam. Tidak jarang yang putus asa disebabkan karena kuatnya himpitan kehidupan, kerasnya pukulan realita yang dihadapinya yang pada akhirnya rela mengorbankan kemanusiaanya dan tunduk kepada rayuan syetan bahkan menjadi pemujanya. Wai’iyadzu billah.

Islam sebagai agama universal dan komprehensif mengajarkan kepada umatnya agar menyadari dan memahami hakikat kehidupan. Mengajarkan suatu keyakinan yang dapat mengendalikan jiwa dari berbagai tipu daya syetan, yaitu keyakinan yang harus tertancap kuat dalam jiwa manusia bahwa yang Maha Mencipta, yang Maha Memiliki, dan yang Maha Mengatur segala urusan makhluk-Nya Dialah Allah Rabbul ‘alamin Tuhan semesta alam. Dan tidak ada satu pun dari mereka yang ditelantarkan, disia-siakan oleh-Nya. Di dunia ini Allah tidak pernah pandang bulu terhadap semua ciptaan-Nya baik yang taat maupun ingkar kepada-Nya. Semuanya memperoleh rahmat, kasih sayang, dan karunia sesuai dengan yang dikehendaki-Nya.

Karena yang maha memiliki segalanya Dialah Allah Tuhan semesta alam, maka seyogianya manusia meminta segala sesuatu hanyalah kepada-Nya. Mintalah apapun yang dibutuhkan dengan penuh pengharapan dan keikhlasan, niscaya Dia akan mengabulkan apa saja yang diminta sesuai dengan kehendak-Nya. Karena Dia memang dekat dengan manusia lebih dekat daripada urat leher manusia sebagaimana yang ditegaskan dalam firman-Nya : “...dan Kami lebih dekat daripada urat lehernya” Q.S. Qaf:16. Yakinlah segala sesuatu yang diminta akan dikabulkan-Nya, ha ini diegaskan pula dalam firman-Nya : “Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku kabulkan” Q.S. Ghafir:60.

Berdoa kepada Allah, bukan saja sebagai sarana yang tepat untuk meraih segala sesuatu yang diinginkan, namun lebih dari itu berdoa merupakan bagian dari ibadah kepada Allah. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh imam Tirmidzi dari Rasulullah SAW: “Doa adalah ibadah”. Bahkan orang yang tidak pernah meminta kepada Allah akan mendapatkan kemarahan dari-Nya. Sebagaimana yang riwayatkan imam Ahmad dari Rasulullah SAW: “barangsiapa yang tidak pernah meminta kepada Allah, maka Dia marah kepadanya”. Berdoalah apa saja, memintalah apa saja kepada Allah Yang Maha Memiliki segala sesuatu niscaya Dia akan mengabulkan. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka. Allahumma aamiin.

Jakarta, 02 November 2012
 Nandar Sunandar

0 Response to "Berdoalah Kepada-Ku, Niscaya Aku Kabulkan!!!"

Posting Komentar