Bertutur Kata, Hati-hatilah !!!

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak bisa dipisahkan dari ucapan dan perkataan, karena keduanya merupakan sarana komunikasi dengan sesamanya. Adakalanya suatu kata dapat menghantarkan penuturnya kepada kesuksesan dan kebahagiaan. Namun tidak sedikit pula munculnya percekcokan, perkelahian, permusuhan bahkan pembunuhan diakibatkan oleh suatu ucapan. Oleh sebab itu hati-hatilah dalam bertutur kata.

Berfikir sebelum berucap. Barangkali setiap orang perlu sedikit menyapa otaknya supaya mau berfikir sebelum lidahnya mengucapkan suatu perkataan. Sehingga apa yang keluar dari lisannya merupakan ungkapan yang benar-benar di bawah kendali otak dan kontrol kesadaran. Karena sesungguhnya akal yang sehat mengtahui mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang yang layak diucapkan dan mana yang tidak.

Islam mengajarkan umatnya akan kehati-hatian dalam bertutur kata. Rasulullah SAW panutan umat manusia telah menjelaskan dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh imam Muslim: “seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya”. Alangkah indahnya ketika yang terucap dari lisan seorang muslim kata-kata yang baik dan bermanfaat. Dan betapa jeleknya pada saat kata-kata kotor dan keji yang keluar dari lidah seorang muslim.

Berhati-hatilah dalam bertutur kata. Karena ungkapan lisan sangatlah tajam, lebih tajam daripada pedang. Luka karena sabetan pedang lebih mudah untuk disembuhkan daripada luka karena tajamnya ungkapan lisan. Berfikirlah sebelum berucap, bersikaplah bijak terhadap suatu kondisi yang dihadapi, jangan sampai lisan ini mengeluarkan kata-kata yang kotor, keji, kasar, jahat, dan melukai perasaan orang yang mendengarnya. Karena lisan seseorang bisa meraih ridha Allah SWT dan karena lisan pula seseorang mendapat azab yang pedih daripada-Nya. Na'udzu billah! Semoga Allah senantiasa membimbing lisan ini agar konsisten dalam bertutur kata yang baik dan bernilai manfaat dan memeliharanya dari kata-kata keji dan kotor serta melukai perasaan orang lain. Amin.

Jakarta, 31 Oktober 2012
Nandar Sunandar

0 Response to "Bertutur Kata, Hati-hatilah !!!"

Posting Komentar