Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak
bisa dipisahkan dari ucapan dan perkataan, karena keduanya merupakan sarana
komunikasi dengan sesamanya. Adakalanya suatu kata dapat menghantarkan
penuturnya kepada kesuksesan dan kebahagiaan. Namun tidak sedikit pula
munculnya percekcokan, perkelahian, permusuhan bahkan pembunuhan diakibatkan
oleh suatu ucapan. Oleh sebab itu hati-hatilah dalam bertutur kata.
Berfikir sebelum berucap. Barangkali setiap
orang perlu sedikit menyapa otaknya supaya mau berfikir sebelum lidahnya
mengucapkan suatu perkataan. Sehingga apa yang keluar dari lisannya merupakan
ungkapan yang benar-benar di bawah kendali otak dan kontrol kesadaran. Karena
sesungguhnya akal yang sehat mengtahui mana yang baik dan mana yang buruk, mana
yang yang layak diucapkan dan mana yang tidak.
Islam mengajarkan umatnya akan kehati-hatian
dalam bertutur kata. Rasulullah SAW panutan umat manusia telah menjelaskan
dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh imam Muslim: “seorang muslim adalah
seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya”.
Alangkah indahnya ketika yang terucap dari lisan seorang muslim kata-kata yang
baik dan bermanfaat. Dan betapa jeleknya pada saat kata-kata kotor dan keji
yang keluar dari lidah seorang muslim.
Berhati-hatilah dalam bertutur kata. Karena
ungkapan lisan sangatlah tajam, lebih tajam daripada pedang. Luka karena
sabetan pedang lebih mudah untuk disembuhkan daripada luka karena tajamnya
ungkapan lisan. Berfikirlah sebelum berucap, bersikaplah bijak terhadap suatu
kondisi yang dihadapi, jangan sampai lisan ini mengeluarkan kata-kata yang
kotor, keji, kasar, jahat, dan melukai perasaan orang yang mendengarnya. Karena
lisan seseorang bisa meraih ridha Allah SWT dan karena lisan pula seseorang
mendapat azab yang pedih daripada-Nya. Na'udzu billah! Semoga
Allah senantiasa membimbing lisan ini agar konsisten dalam bertutur kata yang
baik dan bernilai manfaat dan memeliharanya dari kata-kata keji dan kotor serta
melukai perasaan orang lain. Amin.
Jakarta, 31 Oktober 2012
Nandar Sunandar
0 Response to "Bertutur Kata, Hati-hatilah !!!"
Posting Komentar