Perintah membaca adalah wahyu pertama Rasulullah SAW. Di gua Hira
kata ‘iqra’, ‘bacalah’ ia dengar langsung dengan telinganya
sendiri dari lisan Jibril AS sang utusan Allah SWT untuknya. Dengan mulut
bergetar ia pun menjawab: ‘ma ana bi qari’ , ‘aku tak bisa
baca’, itulah kalimat yang terucap dari lisan mulia Rasulullah SAW yang ummi itu.
Namun Jibril AS dengan sabar dan sungguh-sungguh mendiktekan serta membimbingnya
hingga akhirnya ia mampu menuturkan lima ayat pertama dari surat al-‘Alaq.
Mengapa Allah SWT memulai firman-Nya dengan
kata ‘iqra’ ? kebetulankah atau ada hikmah di baliknya? Tentu saja
Allah SWT tidak pernah melakukan kesia-siaan dalam berfirman dan
mencipta sesuatu. Pertanyaannya kemudian, adakah orang yang berfikir tentang
firman-Nya? adakah orang yang mau memetik hikmah dari setiap penciptaan-Nya?
Membaca adalah kunci ilmu. Dengannya orang
bisa menjadi pintar, mengerti apa yang sebelumnya awam terhadapnya, dan
mengetahui apa yang sebelumnya ia jahil tentangnya. Membaca dalam arti yang
luas tak hanya terbatas membuka lembaran-lembaran teks. Tapi membaca di sini
adalah membaca ayat-ayat qur’aniyah maupun ayat-ayat kauniyyah, membaca buku
teks maupun membaca peristiwa yang terjadi dalam kehidupan. Sehingga orang yang
melakukannya mengerti arti hidup dan kehidupan, mengetahui arah ke mana ia
melangkah, memahami tujuan akhir dari perjalanan hidup.
Alangkah merugi orang yang tak pernah peduli
membaca, betapa malang orang yang tak pernah menggunakan perangkat organ tubuh
yang Allah anugrahkan untuk beberapa saat merenungi kenapa ia ada, untuk apa
dia ada, dan ke mana ia harus melangkah. Padahal keberadaan manusia di dunia
bukanlah akhir dari kehidupan, tapi sebuah perjalanan menuju kampung akhirat
nan kekal di sana. Bacalah lembaran-lembaran ayat-ayat itu, bacalah
peristiwa-peristiwa itu, hingga engkau tahu makna dari segala yang terkandung
di dalamnya.
Jakarta,
28 September 2012
0 Response to "Bacalah !!!"
Posting Komentar