Bacalah !!!

Perintah membaca adalah wahyu pertama Rasulullah SAW. Di gua Hira kata ‘iqra’, ‘bacalah’ ia dengar langsung dengan telinganya sendiri dari lisan Jibril AS sang utusan Allah SWT untuknya. Dengan mulut bergetar ia pun menjawab: ‘ma ana bi qari’ , ‘aku tak bisa baca’, itulah kalimat yang terucap dari lisan mulia Rasulullah SAW yang ummi itu. Namun Jibril AS dengan sabar dan sungguh-sungguh mendiktekan serta membimbingnya hingga akhirnya ia mampu menuturkan lima ayat pertama dari surat al-‘Alaq.

Mengapa Allah SWT memulai firman-Nya dengan kata ‘iqra’ ? kebetulankah atau ada hikmah di baliknya? Tentu saja Allah SWT tidak pernah melakukan kesia-siaan dalam berfirman  dan mencipta sesuatu. Pertanyaannya kemudian, adakah orang yang berfikir tentang firman-Nya? adakah orang yang mau memetik hikmah dari setiap penciptaan-Nya?

Membaca adalah kunci ilmu. Dengannya orang bisa menjadi pintar, mengerti apa yang sebelumnya awam terhadapnya, dan mengetahui apa yang sebelumnya ia jahil tentangnya. Membaca dalam arti yang luas tak hanya terbatas membuka lembaran-lembaran teks. Tapi membaca di sini adalah membaca ayat-ayat qur’aniyah maupun ayat-ayat kauniyyah, membaca buku teks maupun membaca peristiwa yang terjadi dalam kehidupan. Sehingga orang yang melakukannya mengerti arti hidup dan kehidupan, mengetahui arah ke mana ia melangkah, memahami tujuan akhir dari perjalanan hidup.

Alangkah merugi orang yang tak pernah peduli membaca, betapa malang orang yang tak pernah menggunakan perangkat organ tubuh yang Allah anugrahkan untuk beberapa saat merenungi kenapa ia ada, untuk apa dia ada, dan ke mana ia harus melangkah. Padahal keberadaan manusia di dunia bukanlah akhir dari kehidupan, tapi sebuah perjalanan menuju kampung akhirat nan kekal di sana. Bacalah lembaran-lembaran ayat-ayat itu, bacalah peristiwa-peristiwa itu, hingga engkau tahu makna dari segala yang terkandung di dalamnya.

Jakarta, 28 September 2012
Nandar Sunandar

0 Response to "Bacalah !!!"

Posting Komentar